Apa Itu Hipertensi? Kenali Gejala, Penyebab, & Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Apa Itu Hipertensi? Kenali Gejala, Penyebab, & Pengobatannya

06 Februari 2026 5 menit waktu baca
hipertensi adalah

Hipertensi adalah penyakit tekanan darah tinggi, yaitu di atas 140/90 mmHg. Kondisi ini membutuhkan penanganan dengan segera mengingat hipertensi merupakan salah satu faktor risiko stroke dan serangan jantung. Adapun langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi adalah dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin serta menerapkan pola hidup yang lebih sehat. Mari simak informasi selengkapnya melalui artikel berikut.

 

Apa Itu Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)?

 

Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah lebih tinggi dari nilai normal. Tekanan darah terbagi menjadi dua bagian, yaitu sistolik dan diastolik. Sistolik merupakan tekanan ketika jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Sementara itu, diastolik adalah tekanan ketika jantung berada dalam posisi rileks atau istirahat untuk menerima darah kembali ke ruang jantung sebelum memompanya ke seluruh tubuh.

 

Pada kondisi hipertensi atau tekanan darah tinggi, tekanan sistolik sama dengan atau lebih dari 140 mmHg, sedangkan tekanan diastolik sama dengan atau melebihi 90 mmHg. Bila tidak diobati, hipertensi dapat meningkatkan risiko penyakit serius, termasuk stroke, gagal jantung, penyakit ginjal, dan lain sebagainya.

 

Penyebab Hipertensi

 

Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan hipertensi. Berdasarkan penyebabnya, hipertensi sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu hipertensi primer dan sekunder. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

A. Hipertensi Primer

 

Hipertensi primer adalah tekanan darah tinggi yang tidak disebabkan oleh kondisi medis tertentu. Meskipun penyebab dari hipertensi primer belum diketahui secara pasti, terdapat sejumlah faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang terkena jenis hipertensi primer, yaitu:

 

  • Aktivitas fisik yang terbatas atau cenderung menerapkan sedentary lifestyle.

  • Mengonsumsi minuman beralkohol terlalu banyak.

  • Pola makan yang kurang sehat.

  • Faktor genetik atau riwayat keluarga.

  • Obesitas.

 

B. Hipertensi Sekunder 

 

Hipertensi sekunder adalah tekanan darah tinggi yang dipicu atau sebagai komplikasi dari kondisi medis tertentu. Adapun beberapa penyakit yang dapat menyebabkan hipertensi adalah sebagai berikut:

 

 

Selain disebabkan oleh penyakit tertentu, hipertensi sekunder juga bisa dipicu oleh faktor lain, seperti:

 

  • Penggunaan obat-obatan terlarang.

  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti pil KB, steorid, antinyeri, antidepresan, dan lain-lain.

  • Penggunaan produk tembakau, termasuk rokok, vape, atau tembakau tanpa asap. 

 

Faktor Risiko Hipertensi

 

Secara umum, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko hipertensi, baik hipertensi primer maupun sekunder, yaitu:

 

  • Terdapat anggota keluarga biologis yang mengidap tekanan darah tinggi, penyakit kardiovaskular, atau diabetes.

  • Berusia di atas 55 tahun.

  • Memiliki berat badan berlebih (overweight) atau obesitas.

  • Jarang berolahraga.

  • Mengonsumsi makanan tinggi garam secara berlebihan.

  • Merokok atau menggunakan produk tembakau.

  • Minum terlalu banyak alkohol.

 

Gejala Hipertensi

 

Sebagian besar penderita hipertensi tidak mengalami gejala apa pun, bahkan ketika hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah yang sangat tinggi. Jika muncul gejala, beberapa keluhan yang sering kali dirasakan penderita hipertensi adalah sebagai berikut:

 

  • Sakit kepala hebat.

  • Sesak napas.

  • Mimisan.

  • Nyeri dada.

  • Pusing.

  • Mual.

  • Muntah.

  • Penglihatan kabur.

  • Kecemasan

  • Kebingungan.

  • Telinga berdengung.

  • Irama jantung abnormal.

 

Diagnosis Hipertensi

 

Untuk mendiagnosis hipertensi, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien dan keluarga terlebih dahulu. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik, mulai dari pemeriksaan tanda-tanda vital (tekanan darah, laju nadi, laju napas, suhu), dan pemeriksaan jantung dengan menggunakan stetoskop.

 

Guna mengonfirmasi tekanan darah pasien, dokter menggunakan alat pengukur tekanan darah dengan memakaikan manset lengan tiup. Hasil pengukuran tersebut akan dilihat berdasarkan kategori tekanan darah berikut ini:

 

  • Optimal: Sistolik <120 mmHg dan diastolik <80 mmHg.

  • Normal: Sistolik 120–129 mmHg dan/atau diastolik 80–84 mmHg.

  • Normal tinggi: Sistolik 130–139 mmHg dan/atau diastolik 85–89 mmHg.

  • Hipertensi derajat 1: Sistolik 140–159 mmHg dan/atau diastolik 90–99 mmHg.

  • Hipertensi derajat 2: Sistolik 160–179 mmHg dan/atau diastolik 100–109 mmHg.

  • Hipertensi derajat 3: Sistolik >= 180 mmHg dan/atau diastolik >= 110 mmHg.

  • Hipertensi sistolik terisolasi: sistolik ≥140 mmHg dan diastolik <90 mmHg.

 

Bagi pasien yang terdiagnosis hipertensi, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan penunjang untuk memastikan penyebabnya. Pemeriksaan tersebut, di antaranya:

 

  • Pemantauan tekanan darah ambulasi, untuk memeriksa tekanan darah pada waktu yang teratur selama 24 jam. 

  • Tes laboratorium, pemeriksaan ini mencakup tes darah dan tes urine, untuk memeriksa kadar kolesterol dan gula darah, serta fungsi ginjal, hati, dan tiroid.

  • Elektrokardiogram, untuk mengukur aktivitas listrik jantung.

  • Ekokardiogram, pemeriksaan menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar terperinci dari jantung yang berdetak.

 

Pengobatan Hipertensi

 

Tujuan utama pengobatan hipertensi adalah mengembalikan tekanan darah normal. Hal ini bisa dilakukan dengan mengontrol tekanan darah melalui obat-obatan dan perubahan gaya hidup. Adapun gaya hidup sehat yang perlu diterapkan oleh penderita hipertensi adalah sebagai berikut:

 

  • Menjaga berat badan ideal.

  • Menerapkan pola makan yang sehat.

  • Mengurangi konsumsi garam.

  • Olahraga secara rutin.

  • Membatasi konsumsi alkohol.

  • Berhenti merokok atau menghindari paparan asap rokok.

 

Sementara itu, bila dibutuhkan obat-obatan, dokter biasanya meresepkan beberapa jenis obat berikut ini:

 

  • Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitors untuk menghambat kinerja ACE, yaitu enzim yang mengatur produksi hormon angiotensin II yang secara alami digunakan tubuh untuk mengatur tekanan darah.

  • Angiotensin II receptor blockers (ARBs) untuk menghambat hormon angiotensin II agar tidak terikat dengan reseptor di pembuluh darah. ARB juga bekerja dengan cara yang sama seperti ACE inhibitors.

  • Calcium channel blockers untuk mencegah kalsium memasuki sel otot jantung dan pembuluh darah sehingga pembuluh darah menjadi rileks.

  • Diuretik untuk membantu membuang kelebihan cairan dalam darah.

 

Perlu dipahami bahwa penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi hipertensi secara keseluruhan. Dengan kata lain, tanda dan gejala yang disebutkan mungkin terjadi pada kondisi medis lainnya. 

 

Apabila Anda termasuk seseorang yang berisiko tinggi mengalami hipertensi, seperti memiliki anggota keluarga dengan kondisi serupa, penting untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin bersama Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat.

 

Penting pula untuk dicatat bahwa proses pemeriksaan dan pengobatan di setiap rumah sakit bisa berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang disediakan. Namun, tenaga medis tentu akan memastikan bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

 

Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 2

Dokter Kami
dr-faradiesa-addiena-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Faradiesa Addiena, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Heart Hospital

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail