Apa Itu Kemoterapi, Jenis, Prosedur, dan Efek Sampingnya
Kesehatan Tubuh

Apa Itu Kemoterapi, Jenis, Prosedur, dan Efek Sampingnya

26 Februari 2026 5 menit waktu baca
Kemoterapi adalah

Kemoterapi adalah prosedur pengobatan bagi penderita kanker untuk mencegah penyebaran sel-sel kanker dalam tubuh. Kemoterapi dapat dilakukan di rumah sakit atau dengan mengonsumsi obat-obatan dari rumah. Prosedur pengobatan ini biasanya berlangsung hingga berbulan-bulan dan bisa memberikan efek samping bagi tubuh penderita. Mari simak penjelasan mengenai kemoterapi selengkapnya melalui ulasan berikut ini.

 

Apa Itu Kemoterapi?

 

Kemoterapi adalah prosedur pengobatan atau terapi kanker dengan memberikan obat-obatan  untuk membunuh sel kanker. Perlu diketahui, jaringan tubuh manusia terdiri dari milyaran sel yang akan terus tumbuh dan berkembang apabila terdapat sel yang memerlukan perbaikan.

 

Umumnya, sel-sel dalam tubuh akan tumbuh dan mati dengan cara yang terkendali. Namun, pada kondisi kanker, sel kanker tumbuh tanpa kendali. Oleh karena itu, dibutuhkan kemoterapi untuk menghentikan penyebaran atau memperlambat pertumbuhan sel kanker tersebut.

 

Tujuan Kemoterapi

 

Kemoterapi adalah prosedur pengobatan utama pada pasien kanker. Adapun tujuan dilakukannya kemoterapi yaitu:

 

1. Menyembuhkan Kanker (Kuratif)

 

Dalam beberapa kasus, pasien kanker dapat sembuh secara total dengan kemoterapi, sehingga sel kanker tidak kembali lagi. Artinya, proses kemoterapi yang dijalani pasien berhasil menghancurkan sekaligus menghilangkan sel kanker dalam tubuh. Namun, tidak semua proses kemoterapi memberikan hasil akhir yang sama. Pasalnya, hal ini tergantung dari kondisi masing-masing pasien serta lokasi kankernya.

 

2. Mencegah Penyebaran Sel Kanker dan Meringankan Gejalanya (Paliatif) 

 

Seperti yang telah disinggung di awal, tujuan utama dari kemoterapi adalah menghentikan pertumbuhan dan penyebaran sel kanker. Namun, ketika kondisi tersebut sudah sulit atau bahkan tidak bisa disembuhkan, maka akan dilakukan upaya perawatan paliatif sebagai langkah kemoterapi.

 

Perawatan paliatif dilakukan untuk mengontrol sel kanker agar tidak berkembang dengan cepat serta meringankan gejala yang dirasakan pasien. Salah satu fungsi kemoterapi juga untuk memberikan harapan hidup serta meningkatkan kualitas hidup pasien.

 

Cara Kerja Kemoterapi dalam Mengobati Kanker

 

Cara kerja kemoterapi adalah dengan menghentikan atau memperlambat pertumbuhan dan pembelahan sel kanker yang tumbuh dan berkembang dalam tubuh penderita. Obat-obatan dari kemoterapi akan mengalir ke dalam aliran darah dan menyerang sel kanker yang sedang tumbuh atau merusak bagian pusat kendali sel.

 

Adapun cara kerja kemoterapi dalam meminimalkan risiko penyebaran kanker adalah sebagai berikut:

 

  • Sebagai pengobatan utama bagi pasien kanker.

  • Mendukung pengobatan lainnya agar lebih efektif. Misalnya, kemoterapi yang dilakukan setelah pasien menjalani operasi. Hal ini bertujuan untuk membunuh sel kanker yang masih tertinggal.

  • Mempersiapkan pasien kanker menjalani perawatan selanjutnya.

  • Meredakan gejala kanker, yaitu dengan membantu membunuh beberapa sel kanker.

 

Proses Kemoterapi

 

Kemoterapi adalah pengobatan yang dilakukan untuk kondisi serius, bahkan terdapat beberapa efek samping yang perlu dipertimbangkan. Oleh sebab itu, dalam prosesnya diperlukan perencanaan yang matang, meliputi metode yang diterapkan, kemungkinan efek samping yang dialami, serta tingkat keberhasilannya.

 

Perencanaan tersebut dapat ditentukan setelah pasien menjalani pemeriksaan, seperti pemindaian atau tes darah untuk memastikan apakah kondisi tubuh pasien memungkinkan untuk menjalani kemoterapi. Pemeriksaan lain yang tak kalah penting adalah pemeriksaan infeksi gigi. Hal ini dibutuhkan karena infeksi gigi berisiko menyebar ke seluruh tubuh saat dilakukan kemoterapi.

 

Setelah memastikan kondisi pasien, dokter akan merencanakan pelaksanaan kemoterapi, termasuk metode dan jangka waktunya. Selama pelaksanaan kemoterapi, dokter akan melakukan pengawasan serta memberikan berbagai tips untuk membantu melalui kemoterapi pada pasien.

 

Karena kemoterapi merupakan terapi untuk kondisi serius dan dapat menimbulkan efek samping, sebagian pasien mungkin merasa perlu mencari second opinion untuk memantapkan rencana pengobatannya. Dalam situasi ini, pasien dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis lain untuk memastikan bahwa terapi yang disarankan sudah sesuai dengan kondisinya.

 

Perlu diketahui juga bahwa prosedur kemoterapi membutuhkan waktu yang cukup lama. Biasanya, dokter akan menentukan berapa lama pasien akan menjalani kemoterapi berdasarkan kondisi serta jenis kankernya, yang kemudian dihitung berdasarkan siklus. Siklus ini dapat dimulai dari satu minggu hingga berbulan-bulan lamanya.

 

Jenis-Jenis Kemoterapi

 

Prosedur kemoterapi dapat dilakukan dengan beberapa cara, di antaranya yaitu:

 

  • Melalui intravena (IV): Metode intravena dilakukan dengan memberikan obat melalui selang infus yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah vena.

  • Melalui suntikan: Kemoterapi adalah metode yang bisa juga dilakukan dengan suntikan di bagian otot lengan, paha, pinggul, atau di bagian lemak lengan, kaki, dan perut.

  • Secara oral: Kemoterapi juga bisa dilakukan di rumah dengan mengonsumsi obat-obatan berupa pil atau kapsul.

  • Secara topikal: Topikal berarti obat-obatan diberikan dalam bentuk krim atau gel yang dioleskan pada kulit.

  • Kemoterapi langsung: Kemoterapi dapat dilakukan secara langsung ke sel kanker, atau setelah operasi untuk membunuh sel kanker yang masih tersisa.

 

Itulah beberapa metode pengobatan kemoterapi yang biasanya diberikan pada pasien. Adapun untuk jenis obat-obatannya sendiri dibedakan berdasarkan cara kerjanya, yaitu:

 

  • Alkylating agent, bekerja dengan menghambat pembelahan sel kanker.

  • Antimetabolit, bekerja dengan menghalangi pembentukan gen sel kanker untuk mencegah bertambahnya jumlah sel.

  • Antibiotik antitumor, bekerja dengan mengubah gen dalam sel kanker sehingga pertumbuhannya terhambat.

 

Efek Samping Kemoterapi

 

Kemoterapi adalah pengobatan kanker yang bertujuan membunuh dan menghambat perkembangan sel-sel tersebut dalam tubuh. Namun, dikarenakan prosedur ini cukup serius, ada beberapa efek samping kemoterapi yang perlu diantisipasi, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Badan terasa lemas.

  • Mual dan muntah.

  • Rambut rontok.

  • Kehilangan nafsu makan.

  • Sembelit.

  • Penurunan sistem imun.

  • Perubahan pada kulit dan kuku.

  • Gangguan konsentrasi.

  • Anemia dan demam.

  • Sariawan atau luka pada mulut.

 

Meski demikian, beberapa efek samping tersebut bisa teratasi atau akan hilang dengan sendirinya dan akan kembali normal setelah kemoterapi dihentikan (hal ini bervariasi waktunya pada setiap pasien). Adapun beberapa cara mengatasi efek kemoterapi secara alami yang bisa dilakukan adalah dengan berolahraga dan memperhatikan nutrisi yang baik bagi penderita kanker.

 

Meski memiliki efek samping yang bisa dikatakan cukup berat, namun dengan adanya kemoterapi, potensi pasien kanker untuk sembuh semakin tinggi. Proses kemoterapi tidak harus dilakukan di rumah sakit, pengobatan ini dapat dilakukan di rumah apabila hanya diperlukan konsumsi obat-obatan.

 

Namun, penting untuk diketahui bahwa kemoterapi hanya direkomendasikan oleh dokter setelah diagnosis ditegakkan. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk memastikan pasien telah memenuhi persyaratan dalam menjalani terapi ini. 

 

 

Untuk mencapai pemulihan, diagnosis dan rencana terapi yang tepat memegang peranan penting. Karenanya, perhatikan reputasi serta layanan kesehatan berstandar internasional ketika memilih rumah sakit kanker terbaik untuk berobat atau mencari second opinion guna mendapatkan informasi menyeluruh tentang diagnosis dan rencana terapi Anda.

 

Dengan adanya teknologi medis canggih dan tim dokter berpengalaman, Anda bisa memperoleh tinjauan medis tambahan di Indonesia, tanpa harus ke luar negeri. Apabila terdapat keluhan atau ingin memperoleh informasi lebih lanjut terkait kemoterapi, Anda juga dapat mengunjungi Dokter Spesialis Onkologi di Siloam Hospitals terdekat.

 

 

Setiap rumah sakit mungkin memiliki tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien terlebih dahulu guna menentukan langkah pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.

 

Apabila ingin mendapatkan perawatan komprehensif untuk kanker, Anda dapat mengunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi. MRCCC menyediakan berbagai layanan kesehatan untuk penanganan kanker secara komprehensif, mulai dari deteksi dini, onkologi, kemoterapi, radioterapi, dan berbagai prosedur lain beserta tim dokter yang berpengalaman.

 

second opinion penanganan komprehensif

Dokter Kami
dr-ralph-girson-gunarsa-sppd-khom

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ralph Girson Gunarsa, SpPD-KHOM, FINASIM

Onkologi (Kanker)

Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jeffry-beta-tenggara-sppd-khom

Online & Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Jeffry Beta Tenggara, SpPD-KHOM

Onkologi (Kanker)

Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-elisabeth-maria-de-haan-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Elisabeth Maria De Haan, SpPD-KHOM

Onkologi (Kanker)

Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail