Kesehatan Tubuh
Leukemia, Gejala, dan Pilihan Pengobatannya

Table of Contents
Kanker darah atau leukemia merupakan kondisi ketika fungsi sumsum tulang terganggu sehingga memicu produksi sel darah putih yang tidak normal dan berlebihan. Gangguan ini kerap sulit dikenali sejak dini karena gejala awalnya sering menyerupai penyakit lain. Untuk memahami kondisi ini secara lebih menyeluruh, simak pembahasan mengenai penyebab penyakit leukemia, gejala yang perlu diwaspadai, serta pilihan pengobatannya dalam artikel berikut.
Apa Itu Leukemia?
Leukemia merupakan jenis kanker darah yang terjadi ketika fungsi sumsum tulang mengalami gangguan sehingga menyebabkan produksi sel darah putih yang tidak normal, terlalu banyak, tidak terkendali, dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Tumbuhnya sel darah putih yang abnormal dan tidak berfungsi normal tersebut menyebabkan tubuh tidak mampu melawan infeksi dan juga menyebabkan terganggunya kemampuan sumsum tulang dalam memproduksi sel darah merah dan trombosit yang penting bagi tubuh.
Penyebab Leukemia
Penyebab penyakit leukemia belum diketahui secara pasti, namun dipercaya bahwa leukemia disebabkan oleh kombinasi dari faktor genetik dan lingkungan, yang mana beberapa sel darah mengalami mutasi pada DNA sel. Normalnya, DNA sel berisi instruksi yang menginstruksikan sel mengenai kapan sel dapat bertumbuh dengan kecepatan tertentu dan kapan mati pada waktu tertentu.
Pada kasus leukemia, mutasi pada DNA sel ini menginstruksikan sel darah untuk terus tumbuh dan membelah sehingga pertumbuhan sel menjadi tak terkendali dan sel-sel abnormal ini membunuh sel-sel normal di sekitarnya. Hal ini menyebabkan penurunan jumlah komponen sel darah sehat (sel darah putih, sel darah merah, dan trombosit) menjadi sedikit sehingga muncul gejala dan tanda leukemia.
Beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko leukemia adalah sebagai berikut:
-
Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit leukemia.
-
Kebiasaan merokok.
-
Pernah menjalani pengobatan kanker, misalnya kemoterapi atau terapi radiasi.
-
Sering terpapar bahan kimia tertentu, seperti benzena.
-
Mengidap kelainan genetik, seperti Down syndrome.
-
Memiliki kelainan darah, seperti sindrom mielodisplasia.
Gejala Leukemia
Gejala penyakit leukemia bisa berbeda-beda, tergantung dari jenis leukemia yang dialami. Secara umum, sejumlah tanda-tanda leukemia adalah sebagai berikut:
-
Mimisan berkali-kali.
-
Sakit kepala.
-
Demam dan menggigil.
-
Keringat berlebih, terutama di malam hari.
-
Muncul bintik-bintik merah di kulit.
-
Rasa lelah yang tak kunjung hilang meski sudah beristirahat.
-
Mudah memar dan berdarah.
-
Sering mengalami infeksi.
-
Kulit pucat.
-
Penurunan berat badan secara drastis.
-
Pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak, leher, atau selangkangan.
-
Mengalami gejala anemia.
-
Rasa tidak nyaman pada perut akibat pembengkakan hati dan limpa.
Jika sel kanker sampai menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah dari organ tertentu, gejala lain yang akan muncul meliputi:
-
Kejang.
-
Sakit kepala hebat.
-
Linglung.
-
Kehilangan kendali otot.
-
Mual dan muntah.
-
Nyeri tulang.
Diagnosis Leukemia
Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) terkait gejala yang dialami pasien serta melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tahu tanda-tanda dari leukemia, seperti pembesaran hati dan limpa, kulit pucat, memar di kulit, serta pembengkakan kelenjar getah bening.
Bila terdapat indikasi yang mengarah ke kecurigaan leukemia, biasanya dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis, seperti:
-
Tes darah lengkap, untuk mengetahui kondisi sel darah dalam tubuh secara detail.
-
Biopsi sumsum tulang, dilakukan dengan mengambil sampel sel sumsum tulang untuk diperiksa di laboratorium guna mendeteksi ada atau tidaknya sel kanker serta jenis kanker tersebut. Pemeriksaan ini merupakan standar baku emas untuk mendiagnosis leukemia dan menentukan rencana pengobatan selanjutnya.
-
Tes pencitraan dengan rontgen, CT scan, dan MRI untuk melihat apakah ada kelainan atau komplikasi dari leukemia.
Pengobatan Leukemia
Lantas, apakah leukemia bisa sembuh? Pada dasarnya, leukemia adalah penyakit yang masih bisa disembuhkan apabila segera dilakukan pengobatan secara tepat. Pengobatan leukemia akan disesuaikan dengan jenis dan tingkat keparahannya. Secara umum, pengobatan untuk pasien leukemia adalah sebagai berikut:
-
Kemoterapi, metode pengobatan dengan pemberian obat-obatan secara oral maupun intravena untuk membunuh sel kanker.
-
Radioterapi, metode pengobatan dengan penggunaan radiasi tingkat tinggi untuk menghambat pertumbuhan sel kanker.
-
Terapi biologis, metode pengobatan yang bertujuan untuk memperkuat sistem imun tubuh dalam menyerang sel kanker.
-
Terapi target, metode pengobatan dengan penggunaan obat-obatan untuk menyerang sel kanker secara khusus.
-
Transplantasi stem cell, metode ini bertujuan untuk mengganti sel sumsum tulang yang sakit dengan sel sumsum tulang yang sehat. Stem cell ini bisa didapatkan dari pasien sendiri maupun dari orang lain (pendonor) yang cocok.
Pengidap leukemia juga dapat menjalani perawatan mandiri di rumah dengan melakukan beberapa hal, seperti:
-
Mengelola stres.
-
Tetap aktif dan rutin berolahraga.
-
Memenuhi asupan makanan dengan gizi seimbang.
-
Berhenti merokok dan minum minuman beralkohol.
-
Menjaga berat badan ideal.
-
Mendapat dukungan dari orang terdekat.
Komplikasi Leukemia
Apabila tidak segera mendapatkan penanganan, sejumlah komplikasi yang bisa terjadi akibat leukemia adalah sebagai berikut:
-
Tubuh menjadi lebih mudah mengalami infeksi.
-
Perdarahan pada organ tubuh tertentu, seperti paru-paru dan otak.
-
Meningkatkan risiko timbulnya jenis kanker darah lainnya, seperti limfoma dan multiple myeloma.
Komplikasi akibat leukemia juga dapat terjadi akibat menjalani suatu prosedur pengobatan tertentu dalam jangka waktu lama, di antaranya:
-
Gangguan fungsi ginjal.
-
Kambuhnya penyakit kanker setelah menjalani pengobatan.
-
Sindrom lisis tumor.
-
Komplikasi akibat transplantasi sumsum tulang, seperti graft versus host rejection.
Pencegahan Leukemia
Hingga kini, belum ada cara khusus yang ditujukan untuk mencegah terjadinya leukemia. Namun, pasien bisa menerapkan sejumlah gaya hidup sehat untuk menurunkan risiko leukemia, seperti:
-
Olahraga secara teratur.
-
Menghentikan kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol.
-
Menghindari radiasi sinar-X yang tidak perlu.
-
Memeriksakan kesehatan secara rutin untuk deteksi kanker sejak dini, terutama bila memiliki riwayat keluarga dengan kanker.
-
Menggunakan pelindung saat bekerja di lingkungan yang menyebabkan tubuh terpapar zat kimia pemicu leukemia.
-
Segera memeriksakan diri ke dokter apabila merasakan perubahan atau gejala tertentu pada tubuh yang mengarah pada kecurigaan leukemia.
Perlu dipahami bahwa informasi mengenai kanker darah atau leukemia dalam artikel ini disampaikan sebagai bahan edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi maupun saran perawatan dari tenaga medis profesional. Gejala yang muncul pada leukemia juga tidak selalu khas, karena dapat menyerupai keluhan pada kondisi medis lain, sehingga diperlukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis yang tepat.
Mengingat leukemia merupakan penyakit serius yang memerlukan penanganan khusus, wajar apabila pasien atau keluarga mempertimbangkan pendapat medis kedua atau second opinion untuk meninjau kembali rencana terapi yang disarankan. Dalam proses ini, konsultasi dengan dokter spesialis terkait dapat membantu memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi serta pilihan penanganan yang tersedia.
Dengan dukungan teknologi medis yang modern dan tim dokter berpengalaman, Anda dapat memperoleh penilaian medis lanjutan di Indonesia tanpa harus mencari pengobatan ke luar negeri. Pertimbangkan layanan berstandar internasional dan reputasi yang baik agar informasi terkait diagnosis serta rencana terapi yang diterima lebih menyeluruh.
Oleh karena itu, apabila Anda atau anggota keluarga mengalami keluhan yang mengarah pada leukemia, seperti sakit kepala yang sering muncul, mudah lelah akibat anemia, atau gangguan darah lainnya, segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
Sebagai tambahan informasi, tahapan pemeriksaan dan tindakan medis dapat berbeda di setiap rumah sakit, bergantung pada fasilitas serta kondisi medis pasien. Tenaga medis profesional akan memastikan setiap proses pemeriksaan dan pengobatan dilakukan sesuai dengan kebutuhan klinis pasien.
Untuk mendapatkan layanan kesehatan berstandar internasional dengan lebih mudah dan nyaman, gunakan layanan Siloam Medical Concierge yang siap membantu Anda memperoleh informasi mengenai jadwal dokter, pemeriksaan medis, dan fasilitas rumah sakit yang dibutuhkan. Dengan pendampingan yang responsif dan terintegrasi, Anda dapat menjalani proses perawatan dengan lebih tenang tanpa harus pergi ke luar negeri. Mari, ambil langkah perjalanan kesembuhan Anda, di sini, di Indonesia.




