Mengenal Syok Kardiogenik, Ini Penyebab dan Gejalanya
Kesehatan Tubuh

Mengenal Syok Kardiogenik, Ini Penyebab dan Gejalanya

20 Februari 2026 5 menit waktu baca
syok kardiogenik adalah

Syok kardiogenik adalah kondisi ketika jantung tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh secara tiba-tiba. Gejala syok kardiogenik dapat berupa nyeri dada, pucat, dan kulit terasa dingin ketika disentuh. Kondisi ini tergolong darurat dan mengancam jiwa sehingga perlu mendapatkan penanganan dengan segera. Mari kenali lebih dalam mengenai syok kardiogenik melalui artikel berikut.

 

Apa Itu Syok Kardiogenik?

 

Syok kardiogenik adalah suatu kondisi ketika jantung tidak dapat memompa darah untuk mencukupi kebutuhan tubuh. Kondisi ini sering kali dipicu oleh serangan jantung berat. Meski begitu, tidak semua pengidap serangan jantung akan mengalami syok kardiogenik.

 

Selain serangan jantung, beberapa masalah kesehatan seperti gagal jantung, cedera dada, atau pembekuan darah di paru-paru juga dapat memicu terjadinya syok kardiogenik. Kondisi ini cukup jarang terjadi, tetapi dapat mengancam jiwa apabila tidak segera ditangani.

 

Penyebab Syok Kardiogenik

 

Salah satu penyebab terjadinya syok kardiogenik adalah kurangnya pasokan oksigen ke jantung (biasa terjadi karena serangan jantung) yang dapat berakibat pada kerusakan ventrikel jantung, yaitu ruang pemompaan utama jantung. Kerusakan pada ventrikel jantung dapat memengaruhi kemampuan jantung dalam memompa darah. Kondisi ini akan mengakibatkan kebutuhan darah dalam tubuh tidak dapat terpenuhi dan memicu syok kardiogenik.

 

Di samping itu, beberapa penyebab lain yang dapat memicu terjadinya syok kardiogenik adalah sebagai berikut:

 

  • Emboli paru (sumbatan pembuluh darah arteri paru-paru).

  • Infeksi katup jantung akibat endokarditis.

  • Miokarditis (peradangan otot jantung).

  • Pecahnya otot jantung akibat serangan jantung.

  • Bradikardia (irama jantung yang sangat lambat).

  • Robekan pada otot atau tendon yang menopang katup jantung.

  • Tamponade jantung (tekanan pada jantung akibat penumpukan cairan di sekitarnya).

  • Gangguan irama jantung.

  • Pernah menjalani prosedur jantung, seperti kateterisasi jantung.

  • Efek samping obat-obatan tertentu.

  • Melemahnya kerja jantung karena berbagai faktor.

 

Faktor Risiko Syok Kardiogenik

 

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena syok kardiogenik, di antaranya:

 

  • Berusia lanjut.

  • Berjenis kelamin perempuan.

  • Mengalami diabetes atau hipertensi.

  • Memiliki riwayat serangan jantung atau gagal jantung.

  • Menderita penyakit jantung koroner di beberapa pembuluh darah arteri utama jantung.

  • Obesitas atau berat badan berlebih.

 

Gejala Syok Kardiogenik

 

Syok kardiogenik dapat menimbulkan gejala yang bervariasi di setiap orang. Namun, gejala-gejala tersebut umumnya akan langsung terlihat dalam waktu singkat. Beberapa gejala akibat syok kardiogenik adalah sebagai berikut:

 

  • Nyeri dada.

  • Gelisah, kebingungan, dan pusing.

  • Kulit tampak pucat.

  • Kulit terasa dingin saat disentuh.

  • Kehilangan kesadaran.

  • Menurunnya frekuensi buang air kecil bahkan tidak sama sekali.

  • Berkeringat secara berlebih.

  • Tekanan darah rendah.

  • Detak jantung menjadi lebih cepat secara tiba-tiba dengan denyut nadi yang lemah.

  • Sesak napas atau napas lebih cepat.

 

Diagnosis Syok kardiogenik

 

Syok kardiogenik adalah kondisi darurat yang dapat menyebabkan penderitanya kehilangan kesadaran. Karena itu, biasanya dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien kepada keluarga sembari memberikan tindakan untuk menstabilkan kondisi pasien.

 

Kemudian dokter akan melakukan rangkaian pemeriksaan fisik dan penunjang, seperti:

 

  • Pemeriksaan tanda-tanda vital dan kesadaran, seperti denyut nadi, tekanan darah, pernapasan, dan suhu tubuh.

  • Tes darah untuk memeriksa kadar oksigen dalam darah dengan analisis gas darah.

  • EKG (elektrokardiogram) untuk memantau aktivitas kelistrikan jantung.

  • Ekokardiografi untuk melihat kondisi jantung secara lebih jelas.

  • Tes pemindaian menggunakan rontgen dada untuk memeriksa kondisi jantung dan kemungkinan penumpukan cairan di dalam paru-paru.

  • Angiografi koroner untuk mendeteksi penyumbatan atau penyempitan pada pembuluh darah dan mengukur tekanan di bilik jantung.

  • PET scan jantung untuk mendeteksi gangguan dalam aliran darah jantung.

 

Komplikasi Syok Kardiogenik

 

Apabila tidak segera ditangani, syok kardiogenik dapat menimbulkan beberapa komplikasi, seperti:

 

  • Gangguan irama jantung atau aritmia.

  • Stroke.

  • Kerusakan pembuluh darah dan dinding bilik jantung.

  • Kerusakan pada organ vital.

  • Henti jantung.

 

Pengobatan Syok Kardiogenik

 

Syok kardiogenik dapat menyebabkan penderitanya kehilangan kesadaran dan pingsan. Apabila terjadi di luar rumah, orang yang berada di sekitar penderita harus mengamankan penderita dari keramaian dan segera menghubungi layanan emergensi 1-500-911.

 

Setibanya di rumah sakit, tindakan pertama yang biasanya dilakukan dokter sebagai cara mengatasi syok kardiogenik adalah memberikan tambahan oksigen untuk bernapas untuk mengurangi risiko rusaknya otot dan organ. Kemudian, dokter akan memberikan obat-obatan serta melakukan prosedur medis untuk penanganan syok kardiogenik lanjutan.

 

A. Pemberian Obat-obatan

 

Beberapa jenis obat yang sering digunakan untuk mengobati pasien syok kardiogenik adalah:

 

  • Aspirin: Obat ini akan diberikan sesegera mungkin saat petugas medis tiba di lokasi atau ketika pasien tiba di rumah sakit untuk mengurangi pembekuan darah.

  • Trombolitik: Bermanfaat untuk memecah gumpalan darah yang menyumbat pembuluh darah.

  • Clopidogrel: Bermanfaat untuk membantu mencegah terbentuknya penggumpalan darah yang baru.

  • Obat pengencer darah lainnya: Salah satu obatnya yaitu heparin yang bermanfaat untuk menghambat pembekuan darah dan diberikan melalui infus.

  • Agen inotropik: Bermanfaat untuk mendukung dan meningkatkan fungsi pompa darah pada jantung.

 

B. Prosedur Medis

 

Apabila dibutuhkan, dokter akan melakukan prosedur operasi untuk mengatasi syok kardiogenik. Beberapa jenis operasi tersebut adalah:

 

  • Kateterisasi jantung atau PCI, bertujuan untuk membuka hambatan atau sumbatan di pembuluh darah.

  • Operasi bypass jantung, bertujuan untuk membuka jalan aliran darah baru yang bebas hambatan.

 

Pencegahan Syok Kardiogenik

 

Cara mencegah syok kardiogenik dapat dilakukan dengan menjaga kesehatan jantung melalui gaya hidup sehat, seperti:

 

 

Penting untuk dipahami bahwa informasi di atas hanya bersifat edukatif sehingga tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran perawatan dari dokter secara langsung. Oleh sebab itu, jika mengalami nyeri pada dada disertai detak jantung berdebar lebih cepat, segera kunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat.

 

Mengingat setiap detik sangat berarti bagi kesehatan jantung, maka penting bagi pasien untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat guna mencegah kerusakan jantung yang lebih parah. Untuk itu, pertimbangkan referensi, rekam jejak, serta layanan kesehatan unggulan dalam memilih rumah sakit jantung terbaik sebelum memutuskan langkah pengobatan yang paling sesuai.

 

Siloam International Hospitals menyediakan layanan Chest Pain Ready Hospitals untuk penanganan masalah jantung yang #CepatTepat yang dilengkapi dengan 24/7 unit terintegrasi, dokter spesialis jantung siaga, cath lab, dan perawat bersertifikasi untuk kegawatan jantung. Segera kunjungi Siloam Hospitals atau hubungi emergensi 1-500-911.

 

banner artikel cardiac by age

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail