Ibu dan Anak
Mengenal Menopause dan Tanda-tandanya pada Wanita

Table of Contents
Menopause adalah kondisi ketika siklus menstruasi berhenti. Kondisi ini pasti akan terjadi pada setiap wanita sehingga tak bisa dihindari. Karena itu, penting bagi setiap wanita untuk mengenali tanda-tanda menopause, terutama wanita yang sudah memasuki usia 45 tahun.
Beberapa gejala menopause pada wanita antara lain perubahan siklus menstruasi menjadi lebih panjang atau lebih singkat dan juga dapat menyebabkan gangguan suasana hati. Mari simak artikel berikut ini untuk mengetahui lebih jauh tentang tanda-tanda menopause pada wanita.
Apa Itu Menopause?
Menopause adalah proses alami menuju penuaan. Kondisi ini ditandai dengan berhentinya siklus menstruasi pada wanita. Menopause biasanya dimulai ketika wanita berhenti mengalami menstruasi selama 12 bulan. Pada masa ini, usia produktif wanita sudah berakhir sehingga tidak bisa hamil.
Tanda-Tanda Menopause pada Wanita
Menjelang fase menopause, wanita biasanya akan mengalami beberapa perubahan atau disebut dengan fase transisi (perimenopause). Umumnya, usia menopause berkisar antara 45–55 tahun. Selama fase inilah wanita akan merasakan tanda-tanda menopause.
Tanda-tanda menopause pada setiap wanita bervariasi, tergantung dari banyaknya kadar estrogen di dalam tubuh. Apabila produksinya sedikit, tanda-tanda menopause dapat muncul lebih beragam. Berikut adalah beberapa gejala menopause yang umum dialami oleh wanita.
1. Perubahan Siklus Menstruasi
Salah satu dari tanda-tanda menopause yang paling umum adalah perubahan pada siklus menstruasi. Ketika memasuki fase menopause, biasanya akan muncul beberapa perubahan, seperti:
-
Durasi menstruasi menjadi lebih lama atau lebih singkat.
-
Jeda antar menstruasi terkadang lebih cepat atau lebih lambat.
-
Volume perdarahan lebih sedikit atau lebih banyak.
Perubahan siklus tersebut lama-kelamaan akan berujung pada berhentinya menstruasi. Perlu diingat bahwa sejumlah perubahan tersebut cukup normal bagi wanita. Meski begitu, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan penyebab dari kondisi tersebut.
2. Penurunan Gairah Seksual
Sebagian wanita merasakan penurunan gairah seksual menjelang menopause. Namun, ada pula yang tetap merasa nyaman dengan seksualitasnya meski setelah menopause. Pasalnya, menopause menyebabkan sensitivitas klitoris terhadap rangsangan menurun.
Di samping itu, penurunan gairah seksual juga disebabkan oleh vagina yang menjadi lebih kering sehingga timbul rasa nyeri ketika sedang berhubungan intim. Ini dikarenakan produksi hormon estrogen dan progesteron menurun sehingga cairan pelumas berkurang.
3. Gangguan Tidur
Tanda-tanda menjelang menopause, wanita biasanya akan mengalami susah tidur atau insomnia. Kondisi ini membuatnya terbangun di malam hari dan kesulitan tidur kembali. Hal ini bisa dipicu oleh tubuh yang cenderung berkeringat (hot flashes). Pasalnya, penurunan kadar estrogen dan progesteron menjelang menopause dapat menyebabkan rasa panas menyebar ke wajah, leher, dan seluruh tubuh. Kondisi ini membuat tubuh menjadi berkeringat dan kemerahan.
4. Masalah Saluran Kemih
Menjelang menopause, biasanya wanita akan mengalami inkontinensia urine atau sulit menahan buang air kecil, menjadi lebih sering buang air kecil, hingga merasa anyang-anyangan atau nyeri saat buang air kecil. Keluhan tersebut disebabkan oleh jaringan di vagina dan saluran kemih yang mulai menipis dan kehilangan elastisitasnya. Di samping itu, menurunnya kadar estrogen menjelang menopause juga berpotensi menyebabkan wanita rentan mengalami infeksi saluran kemih.
5. Perubahan Bentuk Tubuh
Perubahan hormon menjelang menopause menyebabkan ketidakseimbangan hormon sehingga memunculkan berbagai gejala yang mempengaruhi bentuk tubuh, seperti:
-
Tubuh menjadi lebih gemuk karena massa otot berkurang.
-
Nyeri kepala dan jantung berdebar.
-
Kulit menjadi lebih tipis dan tampak kering.
-
Sendi dan otot mudah pegal dan terasa kaku.
6. Rambut Rontok dan Kulit Kering
Seiring bertambahnya usia, perubahan pada rambut dan kulit adalah hal yang wajar terjadi, misalnya kulit menjadi lebih kering dan tipis. Selain itu, menurunnya kadar estrogen juga dapat membuat rambut menjadi lebih rapuh dan mudah rontok. Meski begitu, tidak disarankan menggunakan berbagai produk perawatan rambut dengan bahan kimia yang kuat.
7. Masalah Psikologis
Perubahan hormon saat menopause mempengaruhi perubahan emosi dan kondisi psikologi pada wanita. Hal ini menyebabkan wanita menjadi lebih mudah tersinggung, merasa sedih, mudah lelah, mood swing, atau cemas selama menjelang menopause.
8. Tanda-Tanda Menopause Lainnya
Selain beberapa gejala menopause di atas, tanda-tanda lain yang dapat dialami oleh wanita menjelang menopause adalah:
-
Kadar kolesterol meningkat.
-
Kenaikan berat badan.
-
Tulang lebih rapuh.
-
Perubahan bentuk payudara.
-
Nyeri sendi dan otot.
-
Metabolisme saluran pencernaan melambat.
Pertanyaan yang Sering Diajukan seputar Menopause
Terdapat sejumlah pertanyaan yang cukup sering diajukan mengenai menopause dan tanda-tandanya. Berikut adalah di antaranya:
-
Di Usia Berapa Wanita Menopause?
Menopause dapat terjadi pada wanita di usia 45–55 tahun.
-
Apa Saja Tanda-Tanda Menopause?
Menopause umumnya ditandai dengan perubahan siklus menstruasi yang berujung pada berakhirnya masa menstruasi. Selain itu, menopause juga dapat disertai dengan gejala berupa penurunan gairah seksual, gangguan tidur, gangguan pada saluran kemih, perubahan bentuk tubuh, rambut rontok, kulit kering, gangguan psikologis, dan lain sebagainya.
-
Mengapa Siklus Menstruasi Berubah Jelang Menopause?
Siklus menstruasi berubah menjelang menopause karena pada masa ini ovarium akan memproduksi lebih sedikit estrogen, yang mana hal tersebut dapat memengaruhi siklus menstruasi.
-
Bagaimana Menopause Memengaruhi Gairah Seksual?
Menopause dapat memengaruhi gairah seksual karena adanya penurunan produksi hormon estrogen dan progesteron yang menyebabkan cairan pelumas berkurang sehingga dapat menimbulkan rasa nyeri ketika berhubungan intim. Selain itu, menopause juga menurunkan sensitivitas klitoris terhadap rangsangan.
-
Apa Saja 3 Tahap Menopause?
Terdapat tiga tahap menopause, yaitu perimenopause, menopause, dan postmenopause (pascamenopause).
-
Perimenopause, yaitu masa ketika wanita mulai mengalami tanda-tanda menopause. Pada masa ini, wanita akan mengalami perubahan siklus menstruasi dan beberapa gejala lainnya.
-
Menopause, yaitu masa ketika wanita sudah berhenti menstruasi selama 12 bulan berturut-turut. Pada kondisi ini, wanita tidak lagi bisa hamil.
-
Postmenopause, yaitu masa setelah menopause atau setelah berhenti menstruasi lebih dari 12 bulan.
-
Berapa Lama Menstruasi Menjelang Menopause?
Menjelang menopause, durasi menstruasi di setiap siklus dapat bervariasi. Jarak antarsiklus juga berbeda-beda, bisa maju atau mundur lebih dari seminggu.
Penting untuk diketahui bahwa artikel ini bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Beberapa tanda yang disebutkan pun tidak secara spesifik mewakili menopause mengingat tanda-tanda tersebut dapat merujuk pada kondisi medis lainnya.
Apabila Anda menyadari adanya perubahan pada siklus menstruasi disertai dengan gangguan berkemih, segera konsultasikan kondisi tersebut dengan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh diagnosis serta penanganan yang tepat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan tindakan medis yang akan dijalani terkait kondisi ini akan disesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia sehingga mungkin berbeda di setiap rumah sakit. Tenaga medis profesional akan memastikan seluruh tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah sesuai dengan kondisi medis spesifik pasien.
Gunakan aplikasi My Siloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan dengan mudah, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi My Siloam dan nikmati berbagai fitur untuk mempermudah perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Tia Indriana, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Danny Wiguna, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Yogyakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini








