Kesehatan Tubuh
Apa Itu Anemia (Kurang Darah)? Kenali Jenis-Jenis hingga Pengobatannya

Table of Contents
Anemia adalah kondisi ketika jumlah sel darah merah dalam tubuh lebih rendah dari normal. Gejala umum dari anemia adalah merasa lelah, sakit kepala, hingga sesak napas. Kondisi ini bisa dialami oleh semua kalangan, terlebih perempuan yang sedang menstruasi. Mari simak penjelasan selengkapnya mengenai anemia atau kondisi kurang darah melalui artikel berikut ini.
Apa Itu Anemia?
Anemia adalah gangguan darah yang ditandai dengan jumlah sel darah merah yang rendah atau ketika sel darah merah tidak berfungsi dengan baik. Sel darah merah memiliki kandungan protein dengan zat besi yang disebut hemoglobin. Hemoglobin berfungsi untuk mengikat dan menyalurkan oksigen ke seluruh sel-sel tubuh.
Pada kondisi anemia, jumlah sel darah merah dan hemoglobin berkurang sehingga oksigen tidak tersuplai dengan baik yang dapat menyebabkan penderita mengeluhkan rasa lemas dan kulit tampak pucat. Orang dewasa dikatakan menderita anemia apabila kadar hemoglobin darahnya di bawah 14 g/dl pada laki-laki dan 12 g/dl pada wanita.
Jenis-Jenis Anemia
Anemia dapat dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan penyebabnya. Berikut masing-masing penjelasannya:
1. Thalassemia
Thalassemia adalah kondisi bawaan lahir berupa gangguan produksi hemoglobin akibat adanya mutasi pada DNA yang berfungsi memproduksi hemoglobin. Akibat hemoglobin yang terbentuk tidak normal, maka sel darah merah memiliki usia yang lebih pendek dari normal dan bersifat mudah rusak. Thalassemia dapat dialami oleh seseorang apabila kedua atau salah satu orang tuanya memiliki kondisi atau riwayat kelainan yang sama.
2. Anemia Sel Sabit
Anemia sel sabit adalah kelainan darah yang diturunkan berupa kelainan hemoglobin yang membuat sel darah merah memiliki bentuk tidak normal seperti bulan sabit dan menjadi tidak fleksibel serta mudah lengket. Kelainan bentuk sel darah merah ini membuatnya menjadi mudah rusak dan hancur. Seseorang berisiko mengalami anemia jenis ini apabila kedua orang tuanya sama-sama memiliki mutasi genetik tersebut.
3. Anemia Akibat Gangguan Kesehatan Kronis
Beberapa gangguan kesehatan kronis juga diketahui dapat memengaruhi proses pembentukan sel darah merah yang bisa menyebabkan anemia. Beberapa masalah kesehatan kronis yang dapat memicu anemia di antaranya HIV/AIDS, kanker, dan penyakit ginjal.
4. Anemia Hemolitik
Anemia hemolitik terjadi ketika sel darah merah mengalami kehancuran lebih cepat daripada proses pembentukannya. Kondisi ini dapat dialami karena riwayat orang tua atau akibat dari beberapa masalah kesehatan, seperti kanker darah, infeksi virus atau bakteri, efek samping obat-obatan, dan penyakit autoimun.
5. Anemia Aplastik
Anemia aplastik adalah jenis anemia yang terjadi akibat adanya kerusakan pada sumsum tulang yang membuat tubuh tidak mampu menghasilkan sel darah merah secara optimal. Kondisi ini dapat dipicu oleh infeksi, paparan zat kimia beracun, penyakit autoimun, atau efek samping obat antibiotik.
6. Anemia Akibat Perdarahan
Terdapat pula jenis anemia yang terjadi akibat adanya perdarahan pada tubuh. Kasus anemia akibat perdarahan cukup umum ditemukan. Adapun perdarahan yang bisa menyebabkan anemia antara lain cedera, wasir, menstruasi, peradangan pada lambung, efek samping obat, atau kanker usus.
7. Anemia pada Masa Kehamilan
Anemia pada ibu hamil disebabkan oleh kebutuhan hemoglobin yang meningkat saat hamil, sehingga dibutuhkan lebih banyak zat pembentuk hemoglobin, seperti vitamin B12, asam folat, dan zat besi. Apabila kebutuhan nutrisi tersebut tidak terpenuhi, dapat terjadi anemia yang dapat berpengaruh buruk pada ibu maupun janin.
8. Anemia Akibat Kekurangan Zat Besi
Zat besi berperan penting untuk memproduksi hemoglobin dan sel darah merah dalam tubuh. Ketika tubuh kekurangan hemoglobin, berbagai keluhan dan gangguan dapat terjadi. Anemia jenis ini disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi pada makanan yang dikonsumsi atau ketika tubuh tidak mampu menyerap zat besi karena masalah kesehatan tertentu.
Penyebab Anemia
Telah dijelaskan di atas beberapa jenis anemia dan penyebabnya. Namun, secara umum penyebab anemia adalah sebagai berikut:
-
Adanya masalah pada sistem kekebalan tubuh.
-
Memiliki riwayat gangguan kesehatan kronis.
-
Faktor genetik, apabila orang tua memiliki riwayat anemia dan penyakit kelainan darah terkait lainnya.
-
Memiliki masalah kesehatan berkaitan dengan sumsum tulang.
-
Sedang dalam masa kehamilan.
-
Kekurangan asupan vitamin dan mineral.
Gejala Anemia
Anemia adalah kondisi yang dapat menimbulkan gejala bervariasi, tergantung dari penyebabnya. Tetapi, secara umum tanda-tanda seseorang mengalami gejala kurang darah atau anemia adalah sebagai berikut:
-
Pusing dan sakit kepala.
-
Lemas dan mudah lelah.
-
Napas pendek.
-
Nyeri pada dada.
-
Kaki dan tangan dingin.
-
Kulit terlihat pucat.
-
Detak jantung tidak teratur.
-
Lebih cepat atau lebih sering mengantuk.
-
Kuku menjadi rapuh.
-
Lidah terasa sakit.
Diagnosis Anemia
Untuk menegakkan diagnosis anemia, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis (wawancara medis) dengan pasien untuk mengetahui gejala yang dialami serta riwayat kesehatan pasien dan keluarganya. Selanjutnya, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan, seperti:
-
Tes jumlah sel darah merah dan kadar hemoglobin.
-
Tes jumlah retikulosit.
-
Tes kadar zat besi, asam folat, vitamin B12, dan mineral dan vitamin.
Apabila dibutuhkan, dokter juga dapat melakukan sejumlah pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan lanjutan tersebut bertujuan untuk memastikan penyebab dan jenis anemia yang dialami pasien.
Cara Mengatasi Anemia
Anemia adalah kondisi yang dapat disembuhkan dengan pemberian obat-obatan sesuai dengan penyebabnya. Adapun pengobatan anemia yang biasanya dilakukan oleh dokter adalah:
-
Meresepkan erythropoietin, obat yang membantu sumsum tulang memproduksi sel darah merah.
-
Meresepkan suplemen asam folat, zat besi, dan vitamin B12.
-
Melakukan transfusi darah jika diperlukan.
Cara Mencegah Anemia
Anemia disebabkan oleh rendahnya jumlah sel darah merah akibat kekurangan zat besi, asam folat, atau vitamin B12. Sebagai upaya pencegahan, optimalkan gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung nutrisi tersebut. Adapun beberapa cara pencegahan anemia adalah sebagai berikut:
-
Memastikan kebutuhan vitamin C dalam tubuh terpenuhi agar penyerapan zat besi bisa berjalan maksimal.
-
Mengonsumsi makanan atau suplemen yang mengandung kalsium.
-
Mengurangi konsumsi minuman berkafein.
Penting untuk diketahui bahwa artikel ini bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Berbagai gejala yang disebutkan pun tidak secara spesifik mewakili kondisi anemia dan mungkin mengindikasikan kondisi medis lainnya.
Oleh karena itu, apabila Anda kerap mengalami pusing disertai rasa lemas dan kulit yang tampak pucat, sebaiknya segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh diagnosis serta penanganan yang tepat dan cepat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan tindakan medis yang akan dijalani terkait anemia akan disesuaikan dengan fasilitas kesehatan di setiap rumah sakit. Tenaga medis profesional akan memastikan seluruh tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah sesuai dengan kondisi medis spesifik pasien.
Siloam Hospitals juga menyediakan paket Cek Anemia yang bisa Anda pesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Anda dapat melakukan transaksi di aplikasi MySiloam dari mana saja, kemudian datang ke rumah sakit sesuai tanggal janji temu yang sudah dijadwalkan.
Artikel Terkait
TERPOPULER
Suntik Booster Vitamin C
Lainnya, Vaksinasi
Rp99.000
TERPOPULER
Paket Suntik Vitamin C + Multivitamin
Lainnya
Rp235.000
TERPOPULER
Paket Khusus - Skrining Kesehatan 1 Juta
Skrining Pria & Wanita
15 Service/Item
Rp1.000.000
TERPOPULER
Homecare Bugar
4 Service/Item
Rp800.000
TERPOPULER
Homecare Prima
6 Service/Item
Rp1.500.000




