Entomophobia - Penyebab, Gejala, Diagnosis, & Penanganannya
Kesehatan Mental

Entomophobia - Penyebab, Gejala, Diagnosis, & Penanganannya

28 Oktober 2024 4 menit waktu baca
entomophobia adalah

Entomophobia adalah jenis anxiety disorder yang ditandai dengan rasa takut atau cemas berlebih terhadap serangga, seperti kupu-kupu, laba-laba, kecoa, semut, lalat, dan sebagainya. Kondisi ini berisiko mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya mengingat bahwa serangga merupakan hewan yang cukup mudah ditemui. Lantas, apa penyebab entomophobia? Mari simak penjelasan selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Entomophobia (Fobia Serangga)?

 

Insectophobia, acarophobia, atau entomophobia adalah jenis fobia spesifik yang membuat pengidapnya merasa takut atau cemas berlebih ketika berhadapan dengan serangga, baik saat melihat gambar serangga, bertemu dengan serangga secara langsung, atau bahkan hanya dengan memikirkan serangga.

 

Kondisi ini dapat menyebabkan pengidapnya menghindari beraktivitas di tempat-tempat yang membuatnya berpotensi bertemu dengan serangga. Bahkan pada kondisi yang lebih parah, beberapa di antaranya mungkin enggan keluar dari rumah untuk menghindari serangga.

 

Penyebab Entomophobia

 

Sama halnya dengan jenis fobia lainnya, belum diketahui secara pasti apa penyebab entomophobia. Namun, kondisi ini diyakini berkaitan erat dengan kejadian traumatis di masa lalu, misalnya seseorang pernah diserang serangga hingga terluka. Selain itu, entomophobia mungkin juga dipicu oleh faktor lain, seperti:

 

  • Iritasi kulit yang mungkin disebabkan oleh serangga.

  • Memiliki anggota keluarga yang mengidap entomophobia.

  • Melihat orang lain yang takut serangga atau mendengar cerita tentang ketakutan orang terhadap serangga, sehingga menjadi terbawa dengan ketakutan tersebut.

 

Gejala Entomophobia

 

Entomophobia dapat menyebabkan seseorang ketakutan akan kontaminasi serangga, digigit oleh serangga, atau khawatir rumah mereka dipenuhi oleh serangga. Kekhawatiran yang awalnya hanya berupa fobia biasa tersebut terkadang bisa berkembang menjadi delusi.

 

Gejala entomophobia berbeda-beda, bisa berupa gejala ringan maupun ekstrem. Namun, gejala umumnya adalah rasa cemas berlebih saat melihat serangga. Adapun, gejala lain yang biasanya terjadi pada pengidap entomophobia adalah sebagai berikut.

 

A. Gejala emosional:

 

  • Berpikir berlebihan tentang cara menghindari serangga.

  • Ketakutan dan menghindari tempat-tempat yang kemungkinan ada serangganya.

 

B. Gejala fisik:

 

  • Keringat berlebihan (hiperhidrosis).

  • Pusing.

  • Jantung berdebar-debar.

  • Gemetar.

  • Mual.

  • Sesak napas.

  • Menangis dan rewel, terutama pada anak-anak.

  • Rasa tidak nyaman pada perut bagian atas (dispepsia).

 

Diagnosis Entomophobia

 

Dalam melakukan penegakkan diagnosis terhadap pasien yang dicurigai mengidap entomophobia, seorang psikolog atau psikiater akan melakukan wawancara medis (anamnesis) untuk mengetahui tentang gejala yang dialami pasien, kapan gejala tersebut muncul, dan apa pemicunya.

 

Kemudian, dokter akan membandingkan gejala pasien dengan kriteria diagnosis dari entomophobia dalam buku panduan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Health 5th Edition (DSM-5). Berdasarkan DSM-5, karakteristik entomophobia adalah:

 

  • Terjadi ketika seseorang memikirkan atau melihat serangga.

  • Tidak dapat menikmati hidup dengan baik.

  • Memicu gejala kecemasan atau ketakutan yang tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

  • Berlangsung setidaknya selama enam bulan.

  • Membuat seseorang menghindari situasi tertentu, seperti pergi ke taman atau mendaki.

  • Menyebabkan seseorang sering melewatkan acara-acara sosial.

 

Penanganan Entomophobia

 

Tujuan penanganan entomophobia adalah membuat kondisi emosional pengidapnya menjadi lebih stabil saat berhadapan dengan serangga, sehingga kondisi ini tidak sampai mengganggu kualitas hidupnya. Dokter biasanya akan merekomendasikan metode psikoterapi dan obat-obatan untuk mengurangi gejala fobia.

 

1. Psikoterapi

 

Penanganan pertama untuk entomophobia adalah psikoterapi. Jenis psikoterapi yang biasanya diberikan adalah terapi CBT (cognitive behavioral therapy), hipnoterapi, dan terapi paparan. Terapi CBT bertujuan untuk mengubah cara pandang pasien terhadap hal-hal yang ditakuti, sehingga ia bisa menjadi lebih stabil ketika berhadapan dengan serangga.

 

Sementara itu, hipnoterapi adalah terapi yang dilakukan dengan menerapkan teknik relaksasi dan memfokuskan perhatian pasien untuk mengubah persepsinya terhadap serangga. Terapi ini juga bisa dilakukan untuk mencari tahu penyebab ketakutan pasien terhadap serangga.

 

Sedangkan terapi paparan (exposure therapy) dilakukan dengan memberikan paparan terhadap sumber fobia secara bertahap untuk mengubah respons pasien terhadap serangga. Paparan ini diberikan dengan cara memperlihatkan gambar atau video serangga. Adapun tujuan dari terapi paparan ini adalah untuk mengurangi kecemasan serta meningkatkan ketahanan emosional pasien terhadap sumber fobia, dalam hal ini yaitu fobia terhadap serangga.

 

2. Pemberian Obat-obatan

 

Sebenarnya, psikoterapi adalah cara yang paling efektif dalam mengatasi entomophobia. Namun, jika dirasa pasien memerlukan obat-obatan tambahan, maka dokter dapat merekomendasikan penggunaan beberapa obat untuk mengurangi kecemasan, seperti antianxiety drugs dan antidepresan.

 

3. Perawatan di Rumah

 

Selama di rumah, pengidap entomophobia disarankan untuk melakukan metode relaksasi, seperti yoga, latihan pernapasan, dan meditasi. Selain itu, pengidap juga dianjurkan untuk menerapkan metode mindfulness, berolahraga secara rutin, dan mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang.

 

Komplikasi Entomophobia

 

Beberapa orang dengan entomophobia dapat mengalami serangan panik (panic attack). Serangan ini dapat menyebabkan detak jantung berdegup kencang, nyeri dada, atau gejala serangan jantung. Serangan panik yang tidak terkendali dan kekhawatiran yang terus-menerus dapat menyebabkan gangguan panik (panic disorder).

 

Perlu diketahui bahwa informasi yang dijelaskan di atas hanya digunakan untuk tujuan edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran medis dari dokter. Oleh karena itu, jika gejala-gejala yang dialami dicurigai sebagai tanda entomophobia, segera lakukan konseling dengan Psikiatri di Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat.


Siloam Hospitals juga menyediakan layanan Telekonsultasi yang dapat memudahkan pasien untuk konsultasi virtual dengan dokter pilihan. Lewat layanan Telekonsultasi, dokter juga bisa memberikan resep obat-obatan tertentu secara online, dan pasien pun dapat mengambilnya tanpa harus keluar rumah. Namun, jika diresepkan obat tertentu, seperti antipsikotik dan antidepresan, pasien wajib mengambilnya secara langsung (self pick up).

 

telechat

message

ArticleDetail