Pola Hidup Sehat
Defisiensi Vitamin - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Table of Contents
Defisiensi vitamin adalah kondisi ketika asupan vitamin di dalam tubuh tidak tercukupi. Secara umum, kondisi ini dapat menyebabkan seseorang merasa mudah lelah serta mengalami perubahan pada kulit dan rambutnya. Sementara untuk gejala spesifiknya bisa bervariasi, tergantung dari jenis vitamin yang berada pada level rendah. Pasalnya, masing-masing vitamin memiliki peran yang berbeda dalam tubuh.
Mari pahami lebih lanjut tentang penyebab, gejala, hingga cara mengatasi defisiensi vitamin melalui artikel di bawah ini.
Apa itu Defisiensi Vitamin?
Seperti yang sudah dijelaskan bahwa defisiensi vitamin atau avitaminosis adalah kondisi ketika tubuh kekurangan asupan vitamin. Sebagai informasi, tubuh tidak dapat memproduksi vitamin sendiri, sehingga asupannya perlu dipenuhi melalui makanan atau suplemen.
Terdapat setidaknya 13 vitamin esensial yang dibutuhkan oleh tubuh, di antaranya vitamin A, B1 (thiamine), B2 (riboflavin), B3 (niacin), B5 (pantothenic acid), B6 (pyridoxine), B7 (biotin), B9 (folate), B12 (cobalamin), C, D, E, dan K.
Gejala pada defisiensi vitamin bisa berbeda-beda, tergantung dari jenis vitamin yang kadarnya rendah. Misalnya, kekurangan vitamin D dapat menyebabkan tulang menjadi lemah, rapuh, dan mudah patah. Sementara kekurangan vitamin B9 atau asam folat dapat menyebabkan anemia.
Penyebab Defisiensi Vitamin
Defisiensi vitamin umumnya disebabkan oleh pola makan yang kurang tepat atau tidak mengandung gizi seimbang. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, namun umumnya lebih berisiko pada ibu hamil, ibu menyusui, serta anak-anak. Pasalnya, kelompok tersebut memiliki kebutuhan gizi lebih besar.
Selain pola makan yang kurang tepat, beberapa kondisi lain yang dapat menyebabkan defisiensi vitamin adalah sebagai berikut:
-
Gastritis.
-
Operasi lambung atau operasi pemotongan sebagian usus.
-
Ketidakseimbangan bakteri di usus.
-
Penyakit hati alkoholik.
-
Gagal hati.
-
Penyakit ginjal.
-
Diare kronis.
-
Sindrom malabsorpsi.
-
Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat antikejang.
Defisiensi vitamin juga berkaitan dengan operasi bariatrik. Pasalnya, prosedur bedah ini dapat memengaruhi asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh dan proses pencernaan, sehingga dapat meningkatkan risiko kekurangan gizi tertentu.
Gejala Defisiensi Vitamin
Kekurangan vitamin dapat menimbulkan gejala yang memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan, mulai dari tulang, mata, kulit, rambut, hingga kesehatan mental. Namun, gejala tersebut biasanya baru muncul ketika kadar vitamin tertentu di dalam tubuh penderitanya sudah sangat rendah. Berikut adalah penjelasan mendetail mengenai sejumlah gejala akibat defisiensi vitamin.
-
Kekurangan vitamin A. Kondisi ini dapat menyebabkan sejumlah gejala, seperti gangguan penglihatan (xerophthalmia, keratomalasia, mata kering, dan penglihatan kabur akibat munculnya bintik-bintik keratin di mata), jerawat, imunitas turun, serta proses penyembuhan luka menjadi lebih lama. Vitamin A juga berfungsi untuk menjaga kesehatan kulit, gigi, tulang, dan membran sel, sehingga kekurangan vitamin ini dapat menimbulkan gejala di organ-organ tersebut.
-
Kekurangan vitamin B kompleks. Kurangnya asupan vitamin B kompleks dapat menimbulkan sejumlah gejala, seperti badan lesu (kemungkinan karena terjadi anemia megaloblastik), otot melemah, kulit kasar dan kering, gangguan keseimbangan tubuh, sensasi kesemutan pada tangan dan kaki, luka di ujung bibir, perubahan warna kulit, rambut, dan kuku, serta mudah terserang infeksi.
-
Kekurangan vitamin C. Seseorang yang kekurangan vitamin C biasanya menunjukkan sejumlah tanda-tanda, seperti kulit kering dan kusam, mudah memar, mudah sakit, suasana hati yang buruk, badan lesu, penyembuhan luka lebih lama, nyeri dan bengkak pada sendi, gigi goyang, mudah sariawan, serta gusi berdarah.
-
Kekurangan vitamin D. Beragam gejala yang ditimbulkan oleh kurangnya asupan vitamin D adalah badan mudah lelah, mudah sakit karena imun menurun, risiko kanker lebih tinggi, tekanan darah tinggi, perubahan suasana hati yang drastis, nyeri tulang, tulang mudah patah, serta otot kram, lemah, atau nyeri. Pada anak-anak, kondisi ini dapat menyebabkan pertumbuhan yang terlambat dan tulang yang tidak kuat atau ringkih (rakitis).
-
Kekurangan vitamin E. Kondisi ini cukup jarang terjadi, namun sekalinya terjadi dapat menimbulkan sejumlah gejala, seperti penyembuhan luka yang lebih lama, gangguan gerak tubuh, mudah terkena infeksi, lemah otot, sensasi menggelitik di lengan dan kaki, serta gangguan penglihatan.
-
Kekurangan vitamin K. Avitaminosis vitamin K memengaruhi proses pembekuan darah dalam tubuh. Sehingga kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan badan mudah memar, gumpalan darah kecil di bawah kuku, perdarahan pada jaringan tubuh, dan feses berwarna hitam atau bercampur darah. Selain itu, vitamin K juga berperan pada kesehatan tulang dan jantung, sehingga kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan osteoporosis dan meningkatkan risiko pengapuran pembuluh darah arteri.
Diagnosis Defisiensi Vitamin
Dalam proses penegakan diagnosis defisiensi vitamin, dokter akan terlebih dahulu melakukan wawancara medis (anamnesis) untuk mengetahui tentang gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengidentifikasi memar, luka, perubahan warna kulit, dan gejala fisik lainnya.
Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis avitaminosis. Pemeriksaan tersebut meliputi:
-
Pemeriksaan darah lengkap. Pemeriksaan ini dapat membantu dokter untuk mengukur kadar vitamin. Misalnya, jika kadar sel darah merah rendah atau terjadi pola pembesaran sel darah merah, maka pasien mungkin kekurangan vitamin B12. Selain vitamin B12, jenis vitamin lain yang bisa diukur dengan tes darah adalah vitamin D dan vitamin B9 (folat).
-
Pemeriksaan tambahan lainnya. Jika pasien dicurigai memiliki masalah pencernaan yang menyebabkan malabsorpsi vitamin maupun perdarahan saluran pencernaan, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan endoskopi (untuk memeriksa bagian perut dan bagian atas usus halus) dan kolonoskopi (untuk memeriksa usus besar).
Cara Mengatasi Defisiensi Vitamin
Pengobatan defisiensi vitamin akan disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala yang dialami pasien. Secara umum, pengobatan ini meliputi perubahan pola makan, mengonsumsi suplemen vitamin, dan pemberian obat-obatan. Berikut adalah masing-masing penjelasan tentang pengobatan avitaminosis.
-
Perubahan pola makan. Perubahan pola makan jangka panjang dapat membantu memperbaiki dan mencegah kondisi avitaminosis yang memburuk. Perbanyak konsumsi makanan sehat yang mengandung gizi seimbang agar mendapatkan asupan vitamin yang cukup.
-
Penambahan vitamin. Hal ini bisa dilakukan dengan mengonsumsi suplemen vitamin sesuai dengan resep dokter. Terkadang, dokter juga memberikan injeksi vitamin B12 apabila pasien mengalami masalah penyerapan nutrisi.
-
Obat-obatan. Dokter akan memberikan obat-obatan pada pasien yang mengalami avitaminosis akibat penyakit tertentu.
Itulah penjelasan mengenai defisiensi vitamin yang penting untuk dipahami. Jangan lupa untuk selalu memenuhi kebutuhan vitamin harian tubuh dengan mengonsumsi makanan sehat yang bergizi seimbang.
Anda dapat menggunakan layanan Homecare - Healthy Catering dari Siloam Hospitals yang dapat dipesan melalui aplikasi MySiloam. Paket makanan ini bisa disesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda. Bahkan, paket ini sudah dilengkapi dengan sesi konsultasi gratis bersama ahli gizi kami.
Apabila mengalami keluhan kesehatan tertentu dan ingin melakukan pemeriksaan dari rumah, Anda juga bisa memanfaatkan aplikasi MySiloam untuk memesan layanan Homecare - Kunjungan Dokter Umum dan Perawat. Layanan ini memungkinkan Anda mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa perlu keluar rumah. Mari jaga kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals TB Simatupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)
Gizi Klinik
Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals TB Simatupang
Tersedia :
Tersedia hari ini








