Gangguan Kecemasan Umum - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Mental

Gangguan Kecemasan Umum - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

22 Agustus 2024 5 menit waktu baca
gangguan kecemasan umum (generalized anxiety disorder)

Gangguan kecemasan umum atau generalized anxiety disorder (GAD) adalah salah satu jenis masalah kesehatan mental yang umum terjadi. Kondisi ini ditandai dengan kekhawatiran dan kecemasan berlebihan terhadap berbagai hal. Lantas, apa penyebab GAD dan bagaimana cara menanganinya? Mari temukan jawabannya melalui artikel berikut ini.

 

Apa itu Gangguan Kecemasan Umum?

 

Gangguan kecemasan umum atau generalized anxiety disorder (GAD) adalah rasa cemas dan khawatir yang tidak terkendali terhadap berbagai hal yang dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari. GAD merupakan kondisi yang bisa dialami oleh siapa saja, namun lebih sering terjadi pada orang dewasa berusia di atas 30 tahun.

 

Saat mengalami kondisi ini, penderita biasanya tidak bisa menjelaskan alasan mengapa mereka merasa cemas berlebihan.

 

Penyebab Gangguan Kecemasan Umum

 

Belum diketahui secara pasti apa penyebab seseorang mengalami gangguan kecemasan umum. Namun, kondisi ini diduga berkaitan dengan kombinasi faktor biologis dan pengaruh lingkungan, salah satunya adalah kondisi lingkungan. Berikut selengkapnya.

 

  • Stres.

  • Kondisi fisik tertentu, seperti diabetes atau komorbiditas lain (misalnya depresi).

  • Perbedaan fungsi senyawa kimia dalam otak.

  • Faktor genetik (keturunan), terutama turunan pertama dengan gangguan kecemasan umum. Misalnya, ketika ibu memiliki GAD, anaknya memiliki risiko 25% lebih besar untuk mengalami kondisi yang serupa.

  • Kondisi lingkungan, seperti riwayat penganiayaan saat kecil (child abuse), ditinggalkan orang terdekat, perceraian, dan lain-lain.

  • Perbedaan cara memandang dan menghadapi masalah hidup.

  • Perkembangan kepribadian.

  • Baru saja mencoba berhenti dari kecanduan alkohol, kafein, atau nikotin.

 

Di samping itu, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami GAD adalah sebagai berikut:

 

  • Berjenis kelamin wanita.

  • Memiliki tipe kepribadian yang penakut dan cenderung menghindari suatu masalah.

  • Terdapat keluarga dengan riwayat kondisi serupa.

  • Pernah mengalami kejadian tidak menyenangkan atau memiliki riwayat trauma psikologis, misalnya karena menjadi korban bullying.

  • Riwayat penyalahgunaan NAPZA dan kecanduan alkohol.

  • Menderita gangguan pada sistem saraf.

  • Menderita penyakit yang memerlukan pengobatan jangka panjang, seperti artritis atau kanker.

  • Kebiasaan latah.

  • Mengalami hipokondriasis, yaitu rasa takut dan cemas berlebihan mengenai keluhan fisik yang dirasa merupakan gejala dari satu penyakit tertentu.

 

Gejala Gangguan Kecemasan Umum

 

Pada dasarnya, anxiety atau rasa cemas merupakan hal yang terbilang wajar, terutama jika sedang dihadapkan dengan suatu tekanan atau kondisi tertentu. Namun, apabila rasa cemas tersebut terjadi secara berlebihan dan tidak terkendali, ini bisa menjadi tanda dari gangguan kecemasan umum.

 

Gejala gangguan kecemasan umum bisa bermacam-macam. Namun, beberapa gejala yang kerap dialami penderita kondisi ini adalah:

 

  • Merasa khawatir dan cemas yang berlebihan secara terus-menerus dan sulit dikendalikan.

  • Terlalu memikirkan rencana dan solusi terhadap semua kemungkinan terburuk.

  • Ketakutan terhadap hal-hal yang tidak rasional atau tidak proporsional.

  • Menganggap situasi dan peristiwa tertentu sebagai sebuah ancaman, meskipun sebenarnya tidak demikian.

  • Sulit menghadapi ketidakpastian.

  • Merasa ragu-ragu, takut, dan kesulitan untuk mengambil keputusan.

  • Sering gelisah dan tegang.

  • Kesulitan untuk berkonsentrasi.

  • Sulit tidur atau mengalami gangguan tidur lainnya.

 

Selain itu, penderita GAD juga bisa mengalami sejumlah gejala fisik, di antaranya sebagai berikut.

 

  • Berkeringat berlebihan.

  • Sesak napas.

  • Nyeri kepala.

  • Gemetar.

  • Nyeri otot.

  • Gangguan tidur.

  • Mulut kering.

  • Jantung berdebar.

  • Kelelahan.

  • Sering buang air kecil.

  • Sakit perut, mual, atau diare berulang.

  • Perasaan seperti ada benjolan di tenggorokan.

  • Sering ke toilet.

  • Kesulitan untuk rileks.

 

Ada kalanya kekhawatiran tidak sepenuhnya menguasai penderita GAD, namun penderita tetap merasa cemas meskipun tidak ada alasan yang jelas. Misalnya, penderita GAD mungkin merasa sangat khawatir terhadap keselamatan orang terdekat atau mungkin mempunyai perasaan bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi.

 

Kecemasan, kekhawatiran, atau gejala fisik yang dialami dapat menyebabkan tekanan yang signifikan dalam kehidupan sosial, pekerjaan, atau bidang lainnya. Kekhawatiran dapat berpindah dari satu hal ke hal lainnya dan dapat berubah seiring waktu.

 

Komplikasi Gangguan Kecemasan Umum

 

Apabila tidak segera ditangani dengan tepat, generalized anxiety disorder dapat membuat penderitanya kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini juga dapat menimbulkan sejumlah komplikasi yang perlu menjadi perhatian. Berikut selengkapnya.

 

  • Depresi.

  • Penyalahgunaan NAPZA.

  • Kecanduan minuman beralkohol.

  • Hoarding disorder, yaitu gangguan kesehatan mental yang membuat penderita suka mengumpulkan atau menimbun barang-barang, bahkan yang tidak berguna sekalipun.

  • Isolasi sosial.

  • Cenderung tidak produktif di sekolah atau lingkungan kerja.

  • Kecenderungan untuk bunuh diri.

 

Kondisi ini juga dapat memicu atau memperburuk berbagai masalah kesehatan fisik lainnya, seperti:

 

 

Diagnosis Gangguan Kecemasan Umum

 

Dalam menegakkan diagnosis GAD, dokter akan terlebih dahulu melakukan wawancara medis (anamnesis) terkait dengan gejala, jenis obat-obatan yang dikonsumsi, riwayat kesehatan pasien dan keluarga, serta aktivitas sehari-hari. Pemeriksaan fisik juga dapat dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan kondisi medis tertentu.

 

Lalu, dokter dapat mendiagnosis GAD sesuai dengan kriteria dalam buku The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders 5th Edition (DSM-5). Beberapa kriteria tersebut adalah sebagai berikut:

 

  • Merasa cemas dan khawatir secara berlebihan serta tidak terkendali yang berlangsung selama minimal 6 bulan.

  • Gejala yang dialami telah mengganggu aktivitas sehari-hari, kehidupan sosial, dan pekerjaan.

  • Keluhan tidak didasari oleh kondisi kesehatan tertentu.

  • Rasa cemas diikuti dengan minimal tiga gejala berikut:

    • Merasa gelisah, tersudut, dan tidak bersemangat.

    • Merasa lelah.

    • Mudah tersinggung.

    • Kesulitan untuk berkonsentrasi.

    • Meningkatnya ketegangan otot.

    • Mengalami gangguan tidur.

 

Jika diperlukan, dokter juga dapat meminta pasien untuk menjalani tes urine dan tes darah, terutama apabila dicurigai menderita kondisi medis tertentu.

 

Pengobatan Gangguan Kecemasan Umum

 

Cara mengatasi gangguan kecemasan umum dapat dilakukan sesuai dengan tingkat keparahan dan bagaimana pengaruhnya terhadap aktivitas sehari-hari. Secara umum, metode yang kerap digunakan oleh dokter untuk menangani gangguan kecemasan umum adalah:

 

  • Terapi perilaku kognitif, bertujuan agar pasien dapat mengenali dan mengubah pola pikir serta perilaku yang kerap membuatnya cemas.

  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti antidepresan, pregabalin, dan benzodiazepine.

 

Selain itu, beberapa upaya yang dapat dilakukan pasien untuk membantu meringankan gejala GAD adalah:

 

  • Rutin berolahraga.

  • Melakukan teknik relaksasi, seperti bermeditasi dan yoga.

  • Tidak merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.

  • Menghindari konsumsi makanan atau minuman berkafein.

 

Pencegahan Gangguan Kecemasan Umum

 

Karena penyebabnya belum diketahui secara pasti, tidak ada langkah khusus yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya GAD. Namun, ada sejumlah upaya yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko terjadinya. Berikut adalah uraian selengkapnya.

 

  • Rutin berolahraga, idealnya minimal 3–5 kali per minggu dengan durasi minimal 30 menit.

  • Tidur yang cukup.

  • Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang.

  • Menjaga hubungan baik dengan orang lain, bersosialisasi, dan tidak mengisolasi diri.

  • Mengelola stres dengan baik dengan bermeditasi, yoga, dan membuat jurnal harian.

  • Mendapatkan dukungan emosional dari keluarga, teman, atau support group dapat membantu mengatasi stres dan mengurangi risiko GAD.

  • Tidak merokok dan menggunakan obat-obatan terlarang.

  • Membatasi konsumsi minuman beralkohol, serta makanan dan minuman yang mengandung kafein.

  • Berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater jika mengalami kejadian traumatis yang mengganggu pikiran serta aktivitas sehari-hari.

 

Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala-gejala yang mengarah kepada gangguan kecemasan umum seperti ulasan di atas, sebaiknya segera lakukan konseling dengan psikolog atau psikiater melalui layanan Telekonsultasi.

 

Melalui layanan ini, pasien dapat memperoleh saran perawatan dan penanganan yang tepat dari dokter di mana saja dan kapan saja. Layanan ini juga memungkinkan Anda untuk memperoleh resep obat dari dokter tanpa harus keluar rumah. Namun, jika mendapatkan resep obat tertentu, seperti antipsikotik dan antidepresan, pasien diharuskan untuk mengambilnya secara langsung (self pick up).

 

Agar lebih praktis, Anda juga dapat memanfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai layanan kesehatan lebih cepat, seperti membuat janji temu dengan dokter Siloam Hospitals terdekat, check in mandiri, hingga memesan paket kesehatan. Mari nikmati kemudahan akses layanan kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

telechat

message

ArticleDetail