Penyakit Arteri Perifer (PAP) - Penyebab, Gejala, & Pengobatan
Kesehatan Tubuh

Penyakit Arteri Perifer (PAP) - Penyebab, Gejala, & Pengobatan

02 Mei 2025 5 menit waktu baca
Mengenal penyakit arteri perifer

Penyakit arteri perifer (PAP) adalah kondisi ketika pembuluh darah arteri yang mengalirkan darah ke tungkai atau lengan mengalami penyempitan. PAP dapat menyebabkan munculnya rasa nyeri pada kaki, terutama saat sedang melakukan aktivitas fisik dan dapat menghilang setelah beristirahat (klaudikasio intermiten) serta sejumlah gejala lainnya. Mari kenali lebih lanjut tentang penyakit arteri perifer atau peripheral artery disease melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Penyakit Arteri Perifer (PAP)?

 

Penyakit arteri perifer, peripheral artery disease (PAD), atau arteriosclerosis obliterans adalah kondisi kurangnya asupan darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke bagian tungkai atau lengan (utamanya di tungkai). Kondisi ini dapat terjadi akibat adanya penyumbatan pada pembuluh darah arteri tersebut.

 

Penyebab Penyakit Arteri Perifer

 

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa penyakit arteri perifer dapat disebabkan oleh  penyempitan (blockage) akibat sumbatan lemak atau kolesterol di pembuluh darah arteri (aterosklerosis) yang membawa darah dari jantung ke ekstremitas (lengan atau kaki). Penyakit arteri perifer lebih sering terjadi pada kaki dibandingkan pada lengan. Kejadian PAP pada lengan terjadi sebanyak kurang lebih 10%. 

 

Adapun beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya peripheral artery disease adalah sebagai berikut:

 

  • Berusia di atas 50 tahun jika memiliki faktor risiko aterosklerosis, atau berusia di atas 65 tahun jika tidak memiliki faktor risiko tersebut.

  • Berjenis kelamin pria.

  • Faktor genetik dan keturunan yang memiliki riwayat terkena penyakit arteri perifer, penyakit jantung, atau stroke.

  • Kondisi medis tertentu, seperti diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, dan obesitas.

  • Gaya hidup yang kurang baik, seperti merokok dan minum minuman beralkohol.

  • Cedera pada tungkai atau lengan.

  • Paparan radiasi.

  • Tingginya kadar asam amino yang disebut dengan homosistein. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terkena penyakit arteri koroner.

 

Gejala Penyakit Arteri Perifer

 

Pada penyakit arteri perifer, penumpukan plak yang terdiri dari lemak, kolesterol, dan zat lain, menyempitkan pembuluh darah arteri, sehingga membuat aliran darah menurun. Seiring waktu, plak tersebut akan mengalami inflamasi (peradangan), robek, atau menyebabkan terjadinya pembentukan blood clot (pembekuan darah).

 

Pembekuan darah tersebut berisiko mempersempit pembuluh darah arteri, atau bahkan menghalangi aliran darah secara total. Hal ini dapat menyebabkan gejala berupa nyeri pada otot kaki saat sedang beraktivitas (klaudikasio) atau rasa kram.

 

Rasa sakit atau kram otot tersebut bisa berlangsung saat penderitanya mulai melakukan aktivitas fisik hingga ia beristirahat. Gejala tersebut paling sering terasa di betis dengan tingkat nyeri yang ringan hingga berat. Kendati demikian, beberapa penderitanya mungkin mengalami gejala ringan atau bahkan tanpa gejala.

 

Selain rasa nyeri pada kaki saat berjalan, beberapa gejala lain yang dapat menyertai peripheral artery disease adalah sebagai berikut:

 

  • Perubahan warna (pucat, kebiruan, sampai kehitaman bila sudah ada kematian jaringan) pada bagian tubuh yang terdampak dan terasa lebih dingin dibandingkan sisi lainnya.

  • Denyut nadi yang melambat atau bahkan tidak ditemukan saat meraba pembuluh darah di bagian tungkai atau lengan.

  • Luka yang sulit sembuh di bagian tungkai atau lengan yang terdampak.

  • Kaki mati rasa atau lemah.

  • Kram pada otot paha, betis, atau salah satu maupun kedua pinggul saat melakukan aktivitas tertentu, seperti saat berjalan atau menaiki tangga.

  • Kulit kaki yang terdampak tampak mengkilap.

  • Lengan terasa nyeri saat digerakkan, misalnya menulis.

  • Disfungsi ereksi (pada pria).

  • Rambut rontok atau pertumbuhan rambut atau kuku lebih lambat di kaki.

  • Pada kondisi penyakit arteri perifer yang parah, penderita bisa merasakan nyeri meski saat sedang beristirahat bahkan kesulitan tidur.

  • Rasa nyeri sedikit berkurang saat menggantungkan kaki atau istirahat dari berjalan.

 

Diagnosis Penyakit Arteri Perifer

 

Diagnosis peripheral artery disease dapat ditegakkan melalui anamnesis atau tanya jawab medis untuk mengetahui tentang keluhan pasien dan melakukan pemeriksaan fisik. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan penunjang untuk mengonfirmasi diagnosis PAD. Beberapa pemeriksaan penunjang yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:

 

  • Pemeriksaan indeks ankle-brachial (biasa dikatakan positif bila <0,8), yaitu prosedur pengukuran tekanan darah di pergelangan kaki dibandingkan dengan lengan.

  • Pemeriksaan USG doppler untuk melihat aliran darah.

  • Pemeriksaan CT-angiografi.

  • Pemeriksaan tambahan untuk menentukan faktor risiko, seperti pemeriksaan kadar gula darah dan kolesterol dalam tubuh.

 

Komplikasi Penyakit Arteri Perifer

 

Jika tidak segera mendapatkan pengobatan yang tepat, penderita PAP mungkin memerlukan tindakan amputasi karena telah terjadinya iskemia atau gangrene (kematian jaringan tubuh). Komplikasi ini biasanya terjadi pada kaki dan jarang terjadi di lengan. Penderita diabetes memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi ini.

 

Di samping itu, mengingat bahwa sistem peredaran darah manusia saling terhubung, maka dampak PAP di tungkai atau lengan dapat meluas ke pembuluh darah di bagian lainnya. Adapun komplikasi lain yang bisa terjadi adalah sebagai berikut:

 

  • Infeksi.

  • Ulserasi (luka berbentuk kawah).

  • Serangan jantung.

  • Stroke.

  • Pembekuan darah (blood clot).

  • Disfungsi ereksi.

 

Pengobatan Penyakit Arteri Perifer

 

Strategi pengobatan penyakit arteri perifer berfokus pada dua tujuan, yaitu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dan meningkatkan kemampuan berjalan. Penderita PAP juga disarankan untuk mengontrol faktor risiko, seperti menjaga tekanan darah, kadar gula darah, dan kadar kolesterol tetap stabil serta memperbaiki gaya hidup, seperti:

 

  • Berhenti merokok dan menghindari paparan asap rokok.

  • Melakukan kontrol ke dokter serta mengonsumsi obat secara rutin bila memiliki penyakit diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung.

  • Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang.

  • Exercise therapy atau terapi latihan fisik dengan cara berjalan hingga muncul rasa nyeri, kemudian istirahat sebentar, lalu berjalan kembali ketika nyeri sudah hilang. Durasi terapi latihan umumnya 30–45 menit per hari, sebanyak 3–4 kali seminggu, dan minimal selama 12 minggu.

 

Namun, bila disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah dan telah menimbulkan gejala yang berat, maka dokter dapat merekomendasikan pembedahan bypass atau tindakan pembedahan minor untuk memasang cincin maupun memasangkan balon (balloon angioplasty) di bagian pembuluh darah yang tersumbat.

 

Dengan begitu, pembuluh darah dapat kembali terbuka dan aliran darah dapat kembali lancar. Dokter juga dapat meresepkan obat-obatan untuk merelaksasikan atau membuka pembuluh darah (vasodilatasi).

 

Cara Mencegah Penyakit Arteri Perifer

 

PAP dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat, rutin berolahraga, dan melakukan perawatan luka secara tepat apabila mengalami luka di daerah tungkai. Bagi yang memiliki faktor risiko, misalnya penyakit diabetes atau kadar kolesterol tinggi, sebaiknya melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk mengevaluasi ada atau tidaknya sumbatan di pembuluh darah.

 

Itulah penjelasan mengenai penyakit arteri perifer yang perlu Anda ketahui. Apabila Anda mengalami sejumlah gejala yang mengarah pada kondisi PAP, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter Siloam Hospitals secara virtual melalui layanan Telekonsultasi. Layanan ini dapat Anda akses secara mudah dari mana dan kapan saja lewat aplikasi MySiloam.


Jika dokter menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan penanganan atau pengobatan yang tepat dari dokter sesuai dengan kondisi kesehatan Anda. Mari percayakan kesehatan Anda #BersamaSiloam.

 

telechat

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail