Pola Hidup Sehat
Mengenal Suhu Tubuh Normal Manusia dan Cara Mengukurnya

Table of Contents
Suhu tubuh adalah indikator dari kemampuan tubuh untuk menghasilkan dan menyingkirkan hawa panas di dalamnya. Secara umum, suhu tubuh dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti suhu lingkungan atau kondisi kesehatan secara keseluruhan. Maka dari itu, suhu tubuh normal setiap individu dapat berbeda-beda.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang suhu tubuh normal manusia secara lengkap, simak pembahasan berikut ini hingga tuntas.
Rentang Suhu Tubuh Normal Manusia
Seperti yang telah dijelaskan bahwa suhu tubuh normal setiap individu dapat berbeda-beda tergantung dengan suhu lingkungan, kondisi tubuh, aktivitas fisik, jenis kelamin, serta usia. Misalnya, suhu tubuh normal wanita menopause cenderung lebih tinggi karena adanya penurunan hormon estrogen yang bisa memengaruhi sistem pengaturan suhu tubuh.
Namun secara umum, berikut adalah rentang suhu tubuh normal manusia berdasarkan kelompok usianya.
-
Suhu normal pada bayi: 36,5–37,5 derajat Celcius.
-
Suhu normal pada anak-anak: 36,5–37 derajat Celcius.
-
Suhu normal pada remaja dan orang dewasa (11–65 tahun): 36,5–37,6 derajat Celcius.
-
Suhu normal pada lansia (65 tahun ke atas): 35,8–36,9 derajat Celcius.
Adakah Bahaya Suhu Tubuh Rendah atau Tinggi?
Meski nilainya berbeda-beda pada setiap individu, suhu tubuh yang berada di bawah maupun di atas batas normal tentu perlu diperhatikan. Pasalnya, hal tersebut bisa menjadi tanda dari kondisi medis tertentu. Berikut penjelasan selengkapnya.
1. Suhu Tubuh Rendah
Salah satu penyebab suhu tubuh di bawah normal adalah hipotiroidisme, yaitu kondisi ketika kelenjar tiroid kurang aktif. Kondisi ini dapat memperlambat proses metabolisme tubuh sehingga dapat menurunkan suhu tubuh.
Suhu tubuh yang mengalami penurunan secara ekstrem hingga berada di bawah 35 derajat Celcius dapat menjadi indikasi terjadinya hipotermia. Kondisi ini kerap terjadi karena tubuh terpapar suhu yang sangat rendah. Selain itu, sejumlah kondisi yang kerap memicu terjadinya hipotermia adalah:
-
Minum minuman beralkohol secara berlebihan.
-
Efek samping anestesi (obat bius) atau obat-obatan tertentu.
-
Kerusakan saraf.
Perlu diketahui bahwa hipotermia merupakan kondisi darurat medis. Sebaiknya segera kunjungi dokter apabila suhu tubuh berada di bawah 35 derajat Celcius untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
2. Suhu Tubuh Tinggi
Suhu tubuh yang melebihi batas normal, yaitu di atas 38 derajat Celcius, dianggap sebagai demam yang kerap terjadi karena penyakit infeksi. Jika tergolong ringan, kondisi ini dapat ditangani dengan perawatan mandiri, seperti:
-
Kompres air hangat.
-
Konsumsi obat penurun demam seperti parasetamol.
-
Mengenakan pakaian yang nyaman, tidak terlalu tebal atau tipis.
-
Memperbanyak minum air putih untuk mencegah kemungkinan terjadinya dehidrasi.
-
Istirahat yang cukup.
-
Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.
Namun, apabila demam menyebabkan suhu tubuh melebihi 39 derajat Celcius dan tidak kunjung mereda selama lebih dari 2 hari, Anda disarankan untuk segera mengunjungi dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat.
Selain itu, suhu tubuh tinggi juga bisa menjadi indikasi dari kondisi medis tertentu, seperti gangguan sistem endokrin atau hipertermia. Gangguan sistem endokrin, seperti hipertiroidisme dapat mempercepat proses metabolisme di dalam tubuh sehingga turut meningkatkan suhu tubuh secara signifikan.
Sementara hipertermia merupakan kondisi ketika suhu tubuh meningkat secara drastis di luar kendali sistem pengaturan suhu tubuh. Hipertermia kerap terjadi karena sengatan panas (heatstroke) dan termasuk kondisi darurat karena bisa menyebabkan kerusakan permanen pada organ tubuh hingga kematian.
Cara Mengukur Suhu Tubuh
Pada dasarnya, pengukuran suhu tubuh hanya bisa dilakukan dengan menggunakan alat khusus, yaitu termometer. Secara umum, terdapat beberapa jenis termometer yang bisa digunakan untuk mengukur suhu tubuh manusia, di antaranya sebagai berikut.
-
Termometer raksa: Termometer konvensional yang terbuat dari kaca dan air raksa namun sudah tidak aman lagi untuk digunakan.
-
Termometer elektronik: Termometer ini dapat menunjukkan suhu tubuh melalui layar digital dan dapat digunakan pada berbagai bagian tubuh, seperti ketiak, mulut, atau dubur.
-
Termometer telinga: Berbentuk kerucut kecil yang dapat mengukur suhu di dalam saluran telinga.
-
Termometer sekali pakai: Untuk digunakan di mulut atau rektum. Sesuai namanya, termometer ini hanya bisa digunakan sekali, namun juga bisa dipakai untuk mengukur suhu bayi selama 48 jam.
-
Termometer dahi atau arteri temporal: Termometer dahi menggunakan sensor inframerah untuk mengukur suhu arteri temporal dengan cara menempelkan termometer pada permukaan dahi.
-
Termometer dot: Dapat digunakan untuk mengukur suhu tubuh bayi dengan diletakkan di mulut bayi.
Itu dia informasi lengkap mengenai rentang suhu tubuh normal manusia beserta cara tepat untuk mengukurnya. Jika Anda memiliki suhu tubuh yang tidak normal, sebaiknya segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan medis yang tepat dari dokter kami.
Atau, Anda juga dapat memanfaatkan aplikasi MySiloam untuk memesan layanan Homecare - Kunjungan Dokter Umum dan Perawat dari Siloam at Home. Layanan ini memungkinkan Anda untuk mendapatkan 1x kunjungan dokter umum dan perawat, serta pemeriksaan tanda-tanda vital tubuh tanpa perlu keluar rumah. Mari nikmati kemudahan akses layanan kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Denpasar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals TB Simatupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Skrining Hidup Sehat Basic
Penawaran Spesial, Skrining Lite
11 Service/Item
Rp649.000
TERPOPULER
Skrining Hidup Sehat Mini
Skrining Lite
7 Service/Item
Rp449.000
TERPOPULER
Kunjungan Dokter Umum - Homecare
Kunjungan Dokter Umum
Rp650.000
TERPOPULER
Kunjungan Dokter Umum dan Perawat - Homecare
Kunjungan Dokter Umum
Rp1.100.000







