Kesehatan Tubuh
Bone Mineral Densitometry, Tes untuk Mencegah Osteoporosis

Table of Contents
Bone mineral densitometry (BMD) adalah skrining tulang yang dapat membantu mendiagnosis osteoporosis atau pengeroposan tulang. Dengan begitu, osteoporosis dapat dicegah atau diatasi lebih awal guna meminimalkan risiko komplikasinya. Selain pencegahan osteoporosis, mari simak manfaat BMD lainnya beserta prosedur pemeriksaannya melalui ulasan berikut.
Apa itu Bone Mineral Densitometry (BMD)?
Bone Mineral Densitometry adalah tes kepadatan tulang yang berguna untuk mengevaluasi kemungkinan terjadinya osteoporosis. Prosedur ini memanfaatkan teknologi sinar-X untuk mengukur jumlah kalsium dan mineral lain di dalam tulang, terutama tulang belakang, tulang panggul, dan tulang di pergelangan tangan.
Manfaat Bone Mineral Densitometry
Bone Mineral Densitometry yang dilakukan secara rutin dapat memberikan sejumlah manfaat, di antaranya:
-
Mengidentifikasi penurunan kepadatan tulang sebelum patah tulang terjadi.
-
Mengetahui risiko patah tulang.
-
Mendiagnosis osteoporosis.
-
Mengevaluasi efektivitas terapi osteoporosis.
Prosedur Bone Mineral Densitometry
Prosedur Bone Mineral Densitometry biasanya tidak berlangsung lama, hanya sekitar 10–30 menit. Tes ini umum dilakukan pada bagian tulang yang rentan patah akibat osteoporosis dengan dua macam prosedur, yaitu:
-
Central DXA (dual energy X-ray absorptiometry). Prosedur ini umumnya dilakukan untuk mengukur tes kepadatan tulang pada tulang belakang dan tulang panggul. Biasanya pasien akan diminta berbaring di ranjang khusus dan alat radiasi akan melewati tubuh pasien selama pemeriksaan berlangsung.
-
Peripheral DXA. Tes ini bertujuan untuk mengukur kepadatan tulang di pergelangan tangan, jari-jari, dan tumit kaki.

Selain itu, terdapat sekelompok individu dengan faktor-faktor tertentu yang diwajibkan untuk melakukan bone mineral densitometry. Pasalnya, individu tersebut berisiko lebih tinggi mengalami osteoporosis. Adapun faktor-faktor yang dimaksud adalah:
-
Wanita yang sudah memasuki masa menopause.
-
Mengalami penurunan tinggi badan sekitar 4 cm, yang merupakan tanda terjadi fraktur kompresi di tulang belakang.
-
Mengalami penurunan kadar hormon akibat konsumsi obat-obatan tertentu.
-
Mengalami nyeri punggung tanpa sebab jelas.
-
Memiliki riwayat penyakit ginjal kronis atau pernah menjalani transplantasi organ.
Tes kepadatan tulang perlu dilakukan secara berkala untuk memantau serta menghindari risiko terjadinya berbagai penyakit yang berkaitan dengan kepadatan tulang, seperti osteoporosis. Siloam Hospitals menyediakan layanan Pemeriksaan Tulang yang bisa Anda pesan dengan mudah melalui aplikasi MySiloam.
Anda juga dapat melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan Dokter Spesialis Orthopaedi di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh saran pemeriksaan tulang yang tepat sesuai kondisi tubuh. Perlu diketahui bahwa tidak semua fasilitas kesehatan menyediakan layanan tersebut. Maka dari itu, tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Albertus Djarot Noersasongko, SpOT
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Manado
Tersedia :
-
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini






